MutiaraIndoTv.My.Id | Lampung – Suka Danaham Jalan Raden imba Kusuma Ratu No. 88 Kel Sukadanaham KC Tanjung Karang Barat kota bandar Lampung Pantauan Awak Media Dugaan praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mencuat.
Kali ini, SPBU 243.511 37 yang berlokasi di Sukadanaham diduga bekerja sama dengan para pengecor atau pelangsir BBM bersubsidi.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa aktivitas pengecoran BBM jenis subsidi diduga kerap terjadi di SPBU tersebut.

Para pengecor disebut – sebut dengan mudah mendapatkan BBM dalam jumlah besar, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat umum dan pengguna yang berhak.
Warga menilai, praktik tersebut sangat merugikan masyarakat kecil. Pasalnya, ketersediaan BBM subsidi di SPBU sering kali cepat habis, sementara antrean kendaraan warga masih panjang.
Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran bahkan kerja sama antara oknum pengelola SPBU dengan para pengecor BBM.
“Kalau bukan karena kerja sama, tidak mungkin pengecor bisa bolak – balik mengisi BBM.
Kami masyarakat biasa justru sering tidak kebagian,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Aktivitas pengecoran BBM subsidi jelas bertentangan dengan aturan distribusi BBM yang telah ditetapkan pemerintah dan Pertamina.
Selain merugikan negara, praktik tersebut juga mencederai rasa keadilan masyarakat.
BBM jenis pertalite subsidi SPBU tersebut dibagikan oleh Dugaan TNI AL Aktif Berinisial H merasa kebal hukum sampai sekarang tidak tersentuh pihak setempat sudah berjalan lama aktivitas pengecoran Solar / pertalite tolong pihak segera ditindaklanjuti terkait pengecoran tersebut merasa kebal hukum.
Masyarakat berharap pihak Pertamina, BPH Migas, serta aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan penindakan tegas apabila dugaan tersebut terbukti.
Transparansi dan pengawasan ketat dinilai sangat penting agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 24.35 1137 Sukadana ham belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. ( Tim )







