Mutiaraindotv.my.id – Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah justru menuai keluhan serius dari para orang tua murid di SD 3 Sukadaya, Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak. Sejumlah wali murid menyampaikan kesaksian bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa diduga tidak layak konsumsi, bahkan akan menyebabkan anak-anak mengalami gangguan kesehatan.
Salah satu orang tua murid mengungkapkan keprihatinannya setelah anaknya mendapatkan menu MBG dari salah satu dapur Aura Frima Rasa, yang berlokasi di Kampung Cibangkur Desa Sukadaya Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak. Tidak sesuai yang diharapkan menu tersebut ada empat macam :
1. Susu botol
2. 1 Butir telur
3. 4 Biji kurma
4. Ubi ungu
Dari salah satu menu yang ada yang basi yaitu Ubi ungu, dilaporkan mulai mengeluhkan orang tua siswa. Senin, 23/02/2026.
Keluhan serupa ternyata tidak hanya dialami satu siswa. Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan sekolah, pada hari yang sama sejumlah siswa dari beberapa sekolah dasar dilaporkan mengalami serupa.
Para orang tua menilai bahwa dapur MBG di wilayah Cibangkur perlu mendapatkan pengawasan ketat dari pihak terkait. Mereka menduga lemahnya kontrol kualitas makanan menjadi penyebab utama terjadinya dugaan kurang bersih dalam perawatan. Beberapa wali murid mengaku sebelumnya sudah mencurigai kualitas makanan, terutama buah-buahan yang kerap ditemukan dalam kondisi busuk.
“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya harus diawasi. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai niat baik malah membahayakan,” Ungkap salah satu wali murid lainnya.
Ketua BBP Cikulur IIk Apandi angkat bicara, mendesak kepada BGN Melalui Satgas Kabupaten Lebak agar segera mengevaluasi dan menonaktifkan aktivitas SPPG Dapur MBG Aura Frima Rasa yang lokasi di Cibangkur Desa Sukadaya Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak tersebut. Yang dinilai telah gagal dalam menyajikan menu makan yang higienis dan bergizi. Jika hal ini dibiarkan kami akan melakun aksi unjuk rasa sebagai bentuk perlawanan terhadap oknum-oknum yang bersembunyi dibalik Dapur MBG Aura Frima Rasa tersebut,” Ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, para orang tua berharap adanya respons cepat dari dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur MBG, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Mereka juga meminta adanya evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa program pangan untuk anak sekolah harus mengedepankan standar kebersihan, keamanan, dan kualitas gizi yang ketat, demi melindungi kesehatan generasi penerus bangsa,” Tutupnya.
(M. Irwansyah/Tim)






