Pengukuhan Buddha Rupang dan HUT ke-35 Vihara Buddha Dharma Parepare Berlangsung Khidmat dan Inklusif
Parepare, 10 Desember 2025 — Vihara Buddha Dharma Parepare menggelar rangkaian acara Pengukuhan Buddha Rupang sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun ke-35 dalam suasana penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan semangat toleransi antarumat beragama. Kegiatan yang berlangsung meriah namun tetap tertib ini dihadiri oleh ratusan umat Buddha serta perwakilan lintas organisasi kemasyarakatan.
Acara dihadiri oleh Bhikkhu Sangha, yakni Bhante Dhammasubho Mahathera, Bhante Dhammakaro Mahathera, Bhante Siriratano Mahathera, Bhante Sukhito Mahathera, Bhante Karunasilo, serta para Samanera. Hadir pula sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya perwakilan Kesbangpol Kota Parepare, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Parepare, Kabag Kesra, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Buddha dari Makassar, Bone, Pinrang, dan Parepare.
Rangkaian acara berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak. Anggota Banser dan Pemuda Pancasila Kota Parepare turut membantu dalam pengamanan dan pengaturan kegiatan. Kehadiran unsur lintas organisasi ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan inklusivitas, sekaligus menjadi contoh nyata moderasi beragama yang terus berkembang di Kota Parepare.
Dalam pesan Dhammanya, Bhante Dhammasubho Mahathera menekankan pentingnya menjaga sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan umat Buddha. Beliau kembali menguraikan Jalan Mulia Berunsur Delapan serta Lima Latihan Kemoralan sebagai pedoman praktik etika Buddhis yang relevan dalam kehidupan modern, termasuk dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurut beliau, penerapan sila dan pengembangan kebijaksanaan tidak hanya berdampak pada perkembangan diri, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk merawat bumi dan seluruh kehidupan di dalamnya.
Pada kesempatan yang sama, Bimas Buddha Sulsel Sumarjo menyampaikan arah kebijakan Direktorat Jenderal Bimas Buddha Kementerian Agama. Fokus utamanya adalah penguatan Moderasi Beragama melalui pengamalan nilai-nilai universal Buddhis seperti Metta (cinta kasih), Karuna (kasih sayang), Mudita (simpati), dan Upekkhā (keseimbangan batin). Selain itu, transformasi layanan berbasis digital, peningkatan kompetensi tenaga pendidikan agama Buddha, serta penguatan tata kelola vihara terus digalakkan demi meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.
“Kementerian Agama melalui Asta Protas berkomitmen untuk memperkuat nilai-nilai yang menumbuhkan kerukunan, cinta kemanusiaan, dan pelayanan keagamaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini menjadi pedoman dalam pembinaan umat, termasuk penguatan Sekolah Minggu Buddhis dan penyediaan bahan ajar yang berkualitas,” jelas Sumarjo.
Memasuki usia ke-35 tahun, Vihara Buddha Dharma Parepare diharapkan terus berkembang sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual bagi umat Buddha, sekaligus menjadi ruang dialog lintas agama dan wadah pemberdayaan generasi muda Buddhis. Kehadiran tamu dari berbagai daerah serta dukungan lintas organisasi semakin menunjukkan bahwa vihara ini memiliki peran penting dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat semangat kebinekaan.
Semoga cahaya Dhamma yang dipancarkan dari Vihara Buddha Dharma terus memberikan kedamaian, kebijaksanaan, dan manfaat bagi seluruh makhluk.
kaperwil Sulsel JUMRIATI






