Belajar dari Haji Dade, Birokrat yang Tampil Merangkul di Tanah Multatuli

Berita, Nasional34 Dilihat

_Oleh: Arwan Banten_

Mutiaraindotv.my.id – Lebak – Banten – Beberapa Orang (Aktivis) dan Tokoh Komplementer (Kelompok Masyarakat) mungkin keberatan dengan tulisan Saya, atau mungkin juga berfikir Saya menggagadikan diri pada Penguasa atau mungkin ada pula yang berfikir Tulisan ini adalah Tulisan Penjilat yang ingin diapresiasi dan abaikan Peran Kritis sebagai Penggiat Sosial atau Kritikus Pemerintah. Dan mungkin juga berfikir bahwa Saya dibayar dengan lahir tulisan yang seolah memihak pada Figur Birokrat.

Saya memang hobi Menulis selain menyampaikan pandangan langsung dengan Verbal Saya. Namun kali ini Saya ingin membantah Skeptis (Keraguan) tokoh yang mungkin saja menganggap tulisan ini ‘Sampah’.

Ini soal Persepsi Pribadi yang tak wajib diamini apalagi diikuti sebagai keharusan mengapresiasi pribadi per pribadi para birokrat. Dibelahan hati lain Saya telah torehkan kekaguman yang mendalam pada Figur H. Dade, namanya saja Saya tak begitu hafal dan pertemuan Saya dengan Beliau hampir salah Orang.

Saya ingin menyampaikan fakta yang tak banyak Orang tahu tentang H. Dade. Beliau menjadi Plt Kadis PU PR Lebak seumur jagung namun namanya Saya sudah dengar jauh sebelum Saya dan Kawan Kawan ‘Turun Gubung’ ke Kabupaten Lebak.

Tulisan ini disajikan untuk meningkatkan _Sense_ Kita terhadap perilaku Orang. Manusia tak lepas dari Salah dan Benar karena itu adalah Kodrat nya. Saya akan memulai dari Sentuhan Komunikasi yang jarang Saya temui saat bertemu dengan Pejabat Publik. Meskipun ketegasan terawat di mimik nya yang sendu Saya pastikan H Dade miliki kepekaan terhadap nilai perkawanan.

Ditengah Persoalan yang menimbulkan POLEMIK, H Dade tampil meluruskan dengan caranya. Tak banyak Orang yang Sasar akan pandangan Minor H Dade berakhir dengan islah yang renyah dipandang.

Saya tak pernah membuat tulisan dengan fakta yang dibuat seolah benar tapi rasa percaya diri Saya timbul karena setiap komunikasi yang dibangun dengan H Dade selalu berakhir informatif dan tak meninggalkan kesan buruk (Ini Versi Saya).

Belajar dari sikap _Humble_ H., Dade, Saya tertarik untuk menyemai Informasi kebaikan yang dapat dijadikan pijakan dalam bergaul sebagai Birokrat.

Dalam persepsi sebagai orang yang baru menganal H., Dade Saya tak bisa ungkap dalam kesimpulan yang perlu diyakini. Hanya soal apresiasi tentu harus diberikan kepada siapapun yang telah membangun citra positif.

Soal Kritik tetaplah menjadi Kritikus yang memberikan Solusi dengan catatan tak boleh menyerang pribadi. Ketegasan itu tentu akan sampai ke jasad kita juga saat siapapun menghina pribadi dan keluarga Kita. Saya merasa nyaman bersahabat dengan H Dade bukan karena soal pemberian (Karena Saya akui berkawan tak bisa dibeli) namun karena soal Pengakuan yang selalu didengungkan. Haji Dade akan menjadi Kawan dan Lawan Berfikir demi Kemajuan Lebak jika Diskusi disemai dengan Nada yang penuh pembaharuan.

Saya ingat betul pernyataan beliau “Jika Tak Puas bisa diskusi di rumah!” Ini menandakan bahwa keterbukaan pada perkawanan tak bisa dibatasi oleh ruang dan Waktu.

Belajar dari Figur Beliau, Saya merasa hidup ini tak sendirian dan Hidup ini tak selamanya benar ada hal yang bisa dikritik lalu diterima dan dijadikan pijakan untuk berubah (Jika kritik tersebut membangun bukan menghancurkan).

Selamat Berkontemplasi pada dinamika pergerakan di wilayah penuh kritik dan perlu Pelurusan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *