Diduga Sarat Korupsi Proyek Gedung Koprasi Desa Merah Putih,Dinilai Program Gagal

Berita, Nasional12 Dilihat

Mutiaraindotv.my.id – Lebak –  Pembangunan gudang dan gerai Koprasi Desa Merah Putih (KDMP ) dalam pengelolaan dilaksanakan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan anggaran Rp 1,6 milyar.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan April tahun 2026 telah selesai di seluruh Desa di Indonesia.

Dalam pelaksanaan pembangunan pihak desa terbebani dengan penyediaan lahan untuk bangunan gudang dan gerai KDMP ,tanah yang di butuhkan seluas 1000 meter atau 700 meter dengan status hibah.

” Dimana mayoritas desa di Provinsi Banten khususnya Lebak ,Pandeglang dan Serang tidak memiliki tanah desa ,dan tak mungkin pihak desa atau kepala desa harus membeli tanah dari duit pribadi atau tanah pribadi masyarakat di hibahkan”,kata Eli Sahroni Ketua Umum DPP Ormas Badak Banten Perjuangan

Dalam pelaksanaan pembangunan dugaan adanya korupsi terlihat dari adanya perbedaan anggaran di masing-masing desa dan di kuatkan tidak ada papan informasi bentuk transparansi terhadap masyarakat. Padahal aturanya jelas setiap pengelolaan keuangan negara itu harus mewujudkan keterbukaan terhadap publik ,terpasang papan informasi di lokasi kegiatan.
” Ini uang rakyat yang di gunakan KDMP, harus terbuka kepada rakyat,jangan salahkan rakyat ketika mengkritiknya”, kata Eli Sahroni kepada media dalam rilisnya

Berdasarkan investigasi perbedaan anggaran di masing- masing desa di Kabupaten Pandeglang ,Lebak dan Serang Provinsi Banten cukup pantastis hingga ratusan juta. Nominal ratusan juta itu tidak ada pihak yang mempertanggungjawabkan , apakah dikembalikan ke kas negara atau dijadikan bacakan banyak pihak karena negara telah menganggarkan untuk satu Unit KDMP sebesar Rp 1,6 milyar dan pelaksanaan pembangunanya dikelola PT Agrinas Pangan Nusantara.

” Dengan ada perbedaan anggaran ini patut diduga PT Agrinas melakukan korupsi berjamaah melibatkan banyak pihak “, kata King Badak sebutan akrab Ketum Ormas Badak Banten Perjuangan

King Badak mengatakan, program pembangunan gudang dan gerai KDMP merupakan yang di ciptakan dari ide dan gagasan yang tanpa melalui kajian matang sehingga akan menemui kegagalan ,dan akibatnya berimbas pada pembangunan inspratuktur desa dan peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

” Saya dari awal sudah meragukan program KDMP akan gagal, dan menjadi generasi dari kegagalan proyek Hambalang dan IKN ,lihat saja kedepanya,tanda-tanda itu sudah mulai terendus sekarang “, imbuh King Badak

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *