SPPG Jelaskan Komposisi Menu MBG Ramadan di SDN 2 Citeras Usai Sorotan Wali Murid

Berita, Nasional186 Dilihat

Mutiaraindotv.my.id – LEBAK — Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Hati Berbagi Luhur memberikan klarifikasi terkait komposisi menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa selama bulan Ramadan di SDN 2 Citeras.

Penjelasan ini disampaikan setelah adanya sorotan dari salah satu orang tua wali murid yang mempertanyakan variasi dan kelengkapan menu makanan yang diterima siswa.

Kepala SPPG MBG Yayasan Hati Berbagi Luhur, Nurman, menjelaskan bahwa menu yang disediakan dalam program tersebut telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi para penerima manfaat.

“Program penyediaan makanan bergizi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan asupan nutrisi masyarakat melalui menu sederhana namun tetap memperhatikan kandungan gizi,” ujar Nurman saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/3/2026).

Nurman menerangkan bahwa distribusi makanan tersebut dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, melalui dapur SPPG Cijoro Pasir 2 yang bekerja sama dengan Yayasan Hati Berbagi Luhur.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua kategori porsi makanan, yakni porsi besar dan porsi kecil.

Untuk porsi besar, menu yang disediakan meliputi singkong keju Thailand, jeruk manis, abon sapi sebanyak 20 gram, serta keripik tempe seberat 23 gram. Menu tersebut diperkirakan memiliki kandungan energi sekitar 644,54 kilokalori, dengan protein 110,06 gram, lemak 15,87 gram, dan serat 13,63 gram.

Sementara itu, porsi kecil menyajikan menu yang sama dengan takaran yang lebih sedikit. Kandungan energinya diperkirakan mencapai 340,36 kilokalori dengan protein 18,06 gram, lemak 7,91 gram, serta serat 1,82 gram.

Dari sisi pembiayaan, penyusunan menu juga disesuaikan dengan kategori porsi yang diberikan kepada siswa.

“Untuk porsi besar, estimasi biaya sekitar Rp10.000, sedangkan porsi kecil sekitar Rp8.000,” kata Nurman.

Ia menambahkan bahwa setiap komponen makanan, termasuk buah dan makanan ringan lainnya, dihitung secara rinci guna menjaga keseimbangan antara nilai gizi dan biaya penyediaan.

Menurutnya, penyusunan menu dalam program MBG tetap memperhatikan keseimbangan unsur karbohidrat, protein, lemak, dan serat agar dapat memberikan manfaat bagi penerima program.

“Meski menu yang disajikan sederhana, kami tetap memastikan komposisinya memperhatikan kebutuhan nutrisi,” ujar Nurman.

Menanggapi hal itu, ahli gizi SPPG setempat, Maria H Leni, menjelaskan bahwa unsur gizi dalam makanan tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pangan.

“Unsur gizi makanan terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Makanan pokok tidak selalu harus berupa nasi,” jelas Maria H Leni.

Ia menambahkan bahwa singkong juga merupakan sumber karbohidrat yang dapat berfungsi sebagai makanan pokok pengganti nasi. Selain itu, penyusunan menu dalam program MBG juga diarahkan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal sesuai dengan kebijakan pelaksanaan program.

Sebelumnya, menu MBG yang dibagikan kepada siswa di SDN 2 Citeras menjadi perhatian sejumlah wali murid. Menu tersebut terdiri dari satu buah jeruk, abon dalam kemasan sachet, serta kolak singkong yang diberikan sebagai hidangan berbuka puasa.

Sebagian orang tua menilai komposisi makanan tersebut kurang bervariasi dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama karena tidak disertai makanan pokok seperti nasi atau lauk tambahan yang lebih mengenyangkan.

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah menyatakan bahwa informasi mengenai menu MBG sebenarnya telah disampaikan terlebih dahulu kepada para orang tua siswa.

“Informasi terkait menu sudah kami sampaikan sebelumnya agar para wali murid mengetahui jenis makanan yang akan diterima siswa,” ujar Suganda, Guru sekaligus Koordinator pembagian MBG.

Sekolah juga menegaskan bahwa menu yang dibagikan pada Senin, 9 Maret 2026 tersebut merupakan jatah konsumsi untuk satu hari, bukan untuk tiga hari sebagaimana yang sempat disalahpahami oleh sebagian pihak.

Melalui pelaksanaan program ini, Yayasan Hati Berbagi Luhur berharap penyediaan makanan bergizi dapat terus membantu meningkatkan asupan nutrisi masyarakat dengan menu yang terjangkau dan mudah didistribusikan kepada para penerima manfaat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *