Mutiaraindotv.my.id – Lebak, Banten — Rabu, 18 Maret 2026 — Menyambut Hari Lahir (Harlah) LSM GMBI ke-24, sebuah momen penuh kehangatan dan kepedulian tergambar nyata dalam kegiatan buka puasa bersama anak yatim yang digelar oleh sosok yang akrab disapa King Naga.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan yang dihidupkan dalam kebersamaan. Pada Rabu, 18 Maret 2026, puluhan anak yatim berkumpul dalam suasana sederhana namun sarat makna. Duduk bersila di atas lantai, mereka menyatu tanpa sekat bersama para relawan dan tokoh masyarakat, menanti waktu berbuka dengan penuh harap dan kebahagiaan.
Hidangan berbuka yang tersaji rapi dalam porsi sederhana menjadi simbol keikhlasan dalam berbagi. Di balik kesederhanaan itu, tersimpan kepedulian yang tulus—bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan dan rasa empati terhadap sesama. Santunan yang diberikan pun menjadi bagian dari amanah rezeki yang dititipkan oleh para dermawan untuk disampaikan kepada mereka yang berhak.
Dalam sambutannya, King Naga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
> “Ini adalah amanah yang harus kami sampaikan. Rezeki yang dititipkan tidak boleh berhenti di tangan kami, tetapi harus sampai kepada anak-anak yatim yang memang berhak menerimanya,” ungkapnya dengan suara penuh ketulusan.
Lebih dari itu, ia memanjatkan doa yang menyentuh hati, seakan menjadi pelukan hangat bagi anak-anak yang hadir:
> “Ya Allah, muliakanlah anak-anak yatim ini, lapangkan jalan hidupnya, kuatkan hatinya dalam menghadapi masa depan, dan jadikan mereka pribadi yang kelak mampu membawa kebaikan. Gantikan setiap kesedihan mereka dengan kebahagiaan yang Engkau berkahi.”
Suasana pun semakin haru ketika salah satu anak yatim menyampaikan rasa syukurnya dengan tulus:
> “Saya sangat senang bisa ikut buka bersama di sini. Terima kasih atas kebaikannya. Semoga semua yang berbagi hari ini diberi balasan yang lebih baik oleh Allah. Saya ingin nanti bisa membantu orang lain juga,” tuturnya polos.
Ucapan sederhana itu menjadi cermin bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu menanamkan harapan besar di hati mereka. Senyum yang terukir dari wajah anak-anak yatim menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khidmat, sebelum akhirnya seluruh peserta berbuka puasa dalam suasana penuh kebersamaan. Momen ini bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga tentang menyatukan hati, menguatkan empati, dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan.
Momentum Harlah ke-24 LSM GMBI ini menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi masyarakat harus hadir dengan aksi nyata, memberikan manfaat, serta menjadi jembatan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.
Di balik kesederhanaan yang terhampar, tersimpan makna mendalam—bahwa setiap rezeki yang dititipkan adalah amanah, dan setiap senyum anak yatim adalah doa yang akan kembali kepada mereka yang tulus berbagi. (Red)












