Berawal dari keresahan terhadap tingginya angka kematian balita akibat diare serta maraknya kasus kanker usus dan obesitas pada orang dewasa, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, pelajar kelas 11 Tzu Chi School PIK, mendirikan Biomom, berkolaborasi dengan pemerintah daerah meluncurkan program edukasi kesehatan berbasis komunitas bertajuk ‘Probiotic City: Healthy Gut, Healthy City’
TANGERANG, 29 April 2026 — Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswa kelas 11 di Tzu Chi School PIK, Jakarta Utara, menggagas BioMom, sebuah inisiatif kesehatan publik berbasis sains yang bertujuan mendorong lahirnya kota ramah probiotik di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Visi besar ini dimulai dari Kota Serang melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang, dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu agar mampu membuat minuman probiotik sehat secara mandiri di rumah.
Gagasan BioMom lahir dari kepedulian Swiluva terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Diare sebagai penyebab utama kematian balita, tingkat obesitas orang dewasa yang terus meningkat dan kasus kanker usus yang terus bertambah. Faktanya, sekitar 80% sistem imun tubuh berkaitan erat dengan sistem pencernaan. Di dalam usus, terdapat ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 100 triliun bakteri, atau yang dikenal sebagai mikrobiota usus. Ketika kondisi usus sehat, tubuh memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai penyakit.
Bagi Swiluva, sistem pencernaan bukan sekadar saluran makanan, melainkan “otak kedua” yang menopang kekebalan dan kesehatan seluruh organ tubuh. Kepedulian tersebut semakin kuat ketika Swiluva melihat bahwa diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia dan dapat menimbulkan beban sosial maupun ekonomi bagi keluarga. Di sisi lain, meningkatnya kasus kanker usus dan obesitas pada orang dewasa juga menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan pencernaan sejak tingkat keluarga. Karena itu, diperlukan solusi yang sederhana, tepat, dan mudah diterapkan untuk membantu mengurangi angka kejadian penyakit pencernaan di Indonesia.
Kegelisahan tersebut kemudian Swiluva bawa ke jalur pembelajaran yang lebih mendalam melalui program mikrobiologi di University of Pennsylvania dan Johns Hopkins University. Dari pengalaman belajar di dua institusi tersebut, Swiluva semakin memahami pentingnya hubungan antara mikrobioma, sistem imun, dan kesehatan keluarga. Ilmu yang ia peroleh kemudian ia terjemahkan menjadi gerakan yang sederhana, aplikatif, dan dapat dilakukan langsung oleh masyarakat di rumah.
Melalui BioMom, para ibu dan keluarga dilatih untuk membuat home-made probiotics, khususnya minuman probiotik fermentasi seperti water kefir, sebagai cara sederhana dan terjangkau untuk memperkenalkan kebiasaan hidup sehat berbasis mikrobioma. Program ini tidak hanya mengajarkan resep, tetapi juga menekankan pentingnya kebersihan, proses fermentasi yang benar, pemahaman tentang bakteri baik, serta kesadaran bahwa kesehatan usus bukan sekadar isu medis, melainkan kebiasaan harian yang dapat dimulai dari dapur rumah tangga.
Bagi Swiluva, ibu memiliki peran strategis sebagai penjaga kesehatan keluarga. Ketika seorang ibu mampu membuat minuman probiotik sendiri, manfaatnya tidak berhenti pada dirinya, tetapi juga mengalir kepada ayah, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga. Karena itu, BioMom menargetkan untuk melatih 5.000 ibu-ibu di seluruh Indonesia. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari ibu, ayah, dan dua anak, pelatihan ini berpotensi memberikan dampak langsung kepada sekitar 20.000 anggota keluarga. Artinya, 5.000 ibu yang terlatih dapat menjadi pintu masuk bagi puluhan ribu masyarakat Indonesia untuk mulai mengonsumsi minuman probiotik sehat, memahami pentingnya kesehatan pencernaan, dan membangun kebiasaan hidup yang mendukung usus sehat.
Visi BioMom untuk menciptakan kota ramah probiotik dimulai dari Kota Serang. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang, BioMom menghadirkan pelatihan langsung bagi ibu-ibu di Kota Serang sebagai langkah awal membangun kesadaran kesehatan usus dari tingkat keluarga. Dari Serang, Swiluva berharap gerakan ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai kota dan daerah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap edukasi probiotik yang sederhana, praktis, dan berdampak nyata.
Tidak berhenti pada pelatihan masyarakat, Swiluva Ma dan BioMom juga menyusun serta menyerahkan dokumen Rekomendasi Kebijakan Kota Probiotik kepada Wali Kota Serang dan Anggota DPRD Kota Serang. Dokumen tersebut berisi gagasan strategis tentang bagaimana menciptakan kota sehat melalui pendekatan Usus Sehat dan Keluarga Sehat, dengan tiga pilar utama: Regulasi dan Standardisasi, Edukasi dan Perubahan Perilaku Masyarakat, serta Pengembangan dan Integrasi UMKM Probiotik. Melalui rekomendasi kebijakan ini, BioMom berharap konsep Kota Probiotik tidak hanya berhenti sebagai program edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kota yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memiliki dukungan kebijakan publik.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BioMom dan langkah Swiluva Ma dalam membawa ilmu mikrobiologi menjadi gerakan kesehatan masyarakat yang mudah dipahami. Menurutnya, BioMom tidak hanya membantu meningkatkan literasi kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu, melalui keterampilan membuat minuman probiotik rumahan. Dukungan Pemerintah Kota Serang menjadi bukti bahwa kolaborasi antara anak muda, masyarakat, dan pemerintah dapat melahirkan gerakan kesehatan publik yang konkret dan relevan bagi kebutuhan warga.
“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ketika keluarga sehat, anak bisa belajar lebih baik, orang tua bisa lebih produktif, dan masyarakat bisa tumbuh lebih kuat,” ujar Swiluva Ma. Menurutnya, BioMom hadir untuk menjembatani ilmu mikrobiologi yang sering dianggap rumit menjadi praktik sederhana yang dapat dipahami dan dilakukan oleh para ibu, anak-anak, dan keluarga.
Dengan semangat “Usus Sehat, Keluarga Sehat, Kota Sehat”, BioMom diharapkan menjadi gerakan kesehatan publik yang berkelanjutan—dimulai dari keluarga, diperkuat oleh komunitas, didukung pemerintah daerah, dan diarahkan melalui rekomendasi kebijakan yang konkret. Melalui pendekatan sains yang membumi, pengalaman pembelajaran di University of Pennsylvania dan Johns Hopkins University, serta dukungan Pemerintah Kota Serang, Swiluva Ma ingin menjadikan BioMom sebagai fondasi lahirnya banyak Kota Probiotik di Indonesia
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
