Kesbangpol Kota Makassar Hadiri Pengukuhan Forum Kemanusiaan Lintas Agama, Wali Kota Tekankan Pentingnya Toleransi dan Kolaborasi

Uncategorized25 Dilihat

Makassar, 31 Juli 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar  Dr Ir H Fathur Rahim ST,MT,menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) yang berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jalan Thamrin, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antarumat beragama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan peduli terhadap persoalan kemanusiaan.

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Makassar H. Munafri Arifuddin, SH, Ketua Vihara Girinaga Makassar Roy Ruslim, Miquel, Bendahara Umum FKLA Rudi Ho, Pastor Albert Arina, Etika Tamsil, Romo Hemajayo Thio, perwakilan Permabudhi Sulawesi Selatan, Walubi Sulawesi Selatan, tokoh lintas agama, serta unsur pemerintah dan organisasi keagamaan.

Turut hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Tony Wijaya, S.Ag., Ketua FKUB Sulawesi Selatan Prof. Dr. KH. Muhammad Bakri, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan Prof. KH. Mustari Bosra, serta perwakilan Keuskupan Agung Makassar melalui Ketua Komisi Hubungan Antaragama Pastor Albert Arif. Hadir pula para pimpinan organisasi keagamaan seperti PGIW, Permabudhi, Walubi, PHDI, Matakin, serta para tamu undangan lainnya.Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama Kota Makassar yang harus terus dijaga.

Menurutnya, Forum Kemanusiaan Lintas Agama menjadi wadah strategis untuk memperkuat nilai toleransi, bukan hanya ketika terjadi bencana, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Forum Kemanusiaan Lintas Agama ini diharapkan menjadi salah satu pilar yang memperkuat nilai toleransi di Kota Makassar. Kota ini dibangun untuk semua warga tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang,” ujarnya.Munafri menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting bagi stabilitas daerah. Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis akan meningkatkan kepercayaan investor sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa konflik horizontal maupun konflik berlatar belakang agama harus dicegah karena dapat menghambat pembangunan daerah.

Selain membahas pentingnya toleransi, Wali Kota juga mengajak seluruh tokoh agama mendukung program Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah melalui gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Munafri menjelaskan bahwa mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar melakukan penyeragaman penerapan pemilahan sampah organik dan nonorganik sebagai bagian dari pembenahan sistem pengelolaan sampah. Langkah tersebut dilakukan karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar sebelumnya menggunakan sistem open dumping yang telah mendapat sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurutnya, melalui sistem sanitary landfill dan penguatan bank sampah unit di masyarakat, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan sehingga pengelolaan menjadi lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Sementara itu, Ketua Umum FKLA Prof. KH. Mustari Bosra menjelaskan bahwa Forum Kemanusiaan Lintas Agama merupakan gagasan almarhum Prof. Dr. H. Wahidin Naro bersama almarhum Dr. Arkam Asiki yang bertujuan menyatukan seluruh elemen agama dalam semangat kemanusiaan.

Ia mengatakan, forum tersebut lahir dari kesepakatan seluruh majelis agama di Sulawesi Selatan untuk membangun persaudaraan di atas nilai kemanusiaan tanpa menghilangkan identitas keagamaan masing-masing.

Menurut Mustari, meskipun sempat vakum setelah wafatnya para penggagas, FKLA kini kembali diaktifkan dengan dukungan seluruh organisasi keagamaan di Sulawesi Selatan.

Ia juga menyampaikan bahwa FKLA telah melakukan berbagai kegiatan sosial, mulai dari penyaluran bantuan saat pandemi COVID-19, vaksinasi bersama, bantuan korban bencana, hingga kegiatan lintas agama lainnya.

Ke depan, FKLA akan menjalankan sembilan bidang kegiatan yang dijadwalkan setiap bulan, termasuk penyelenggaraan Jalan Sehat Harmoni Kemanusiaan yang direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026 dengan mengusung deklarasi kasih sayang kemanusiaan dan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan.

Dalam kesempatan yang sama, Pastor Albert Arina mewakili Keuskupan Agung Makassar dan majelis-majelis agama menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FKLA. Ia menilai forum tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian di tengah masyarakat.

Menurutnya, FKLA merupakan forum yang lahir dari kepedulian bersama terhadap persoalan kemanusiaan sehingga diharapkan mampu melengkapi peran berbagai forum kerukunan yang telah ada.

Acara pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan lintas agama. Seluruh peserta berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, lingkungan hidup, serta menjaga kerukunan sebagai modal utama pembangunan Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

Jumriati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *