Pastor Albert Arina Rayakan 28 Tahun Imamat, Uskup Tekankan Semangat Pelayanan dan Kerukunan Antarumat Beragama

Uncategorized70 Dilihat

Makassar, 4 Agustus 2026 – Suasana penuh syukur dan kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Imamat ke-28 Pastor Albert Arina yang digelar di Taman Baruga Kare, Makassar, Selasa (4/8/2026). Acara tersebut dihadiri Uskup, para pastor, frater, suster, umat Katolik, tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, serta para undangan.

Dalam sambutannya, Uskup menyampaikan ucapan selamat kepada Pastor Albert Arina yang telah mengabdikan diri sebagai imam selama 28 tahun. Ia berharap Pastor Albert senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kebahagiaan, serta tetap setia menjalankan panggilan imamat hingga akhir hayat.

Uskup juga mengenang perjalanan pelayanan Gereja dan pentingnya menjaga semangat persaudaraan. Ia mengingat kembali keterlibatannya dalam mempersiapkan peringatan 100 tahun kehadiran Gereja di wilayah tersebut serta mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan eratnya hubungan antarumat beragama.Menurut Uskup, kebersamaan yang terjalin selama ini menjadi bukti bahwa kerukunan antarumat beragama dapat terus dipelihara melalui saling menghormati, bekerja sama, dan membangun persaudaraan. Ia mengajak seluruh umat untuk terus menjaga keharmonisan sebagai modal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Pastor Albert Arina mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama 28 tahun menjalani panggilan sebagai imam Katolik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup, para pastor, frater, suster, umat, keluarga, serta seluruh tamu undangan yang telah memberikan doa, dukungan, dan kebersamaan dalam perayaan tersebut.

Pastor Albert mengatakan bahwa selama masa pelayanannya ia dipercaya berkarya di Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan. Menurutnya, tugas tersebut menjadi kesempatan untuk membangun dialog, memperkuat toleransi, dan mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bertepatan dengan bulan Agustus, Pastor Albert mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, patriotisme, dan nasionalisme dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai situasi bangsa saat ini memerlukan kebersamaan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan.

“Walaupun kondisi ekonomi masih menghadirkan berbagai tantangan bagi masyarakat, kita tetap percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai perjalanan bangsa ini. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, kedamaian, dan semangat gotong royong,” ujarnya.

Ia berharap silaturahmi lintas agama terus diperkuat sehingga harmoni, toleransi, dan perdamaian semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di Kota Makassar.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan makna Sakramen Imamat dalam Gereja Katolik. Imamat merupakan salah satu dari tujuh sakramen Gereja Katolik yang secara khusus diterima oleh para imam melalui tahbisan. Pastor Albert Arina ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1998 di Paroki Santa Teresa Rantepao dan sejak saat itu mengabdikan hidupnya untuk melayani umat.

Sebagai imam Katolik, pastor memiliki tugas menggembalakan umat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun tempat pelayanan. Seorang imam harus siap menjalankan penugasan Gereja di mana pun ia ditempatkan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan sesama.Dalam tradisi Gereja Katolik, pemimpin umat disebut pastor atau imam, sedangkan dalam Gereja Protestan pemimpin jemaat disebut pendeta. Meskipun penyebutannya berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melayani dan membimbing umat sesuai ajaran gereja masing-masing.

Istilah “gembala” sendiri menggambarkan peran seorang pemimpin rohani yang membimbing dan merawat umat layaknya seorang gembala yang menjaga domba-dombanya. Nilai pelayanan, kasih, dan pengabdian menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas tersebut.

Perayaan HUT Imamat ke-28 Pastor Albert Arina berlangsung dalam suasana hangat, penuh doa dan sukacita. Acara menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat pelayanan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan sejahtera.

JUMRIATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *