Ketua DPD WALUBI Sulsel Henry Sumitomo Bersama Ny Julia Hadiri Peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 di Makassar

Uncategorized52 Dilihat

Makassar, 6 Agustus 2026 – Ketua DPD WALUBI Provinsi Sulawesi Selatan, Henry Sumitomo, bersama Ny. Julia, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong (Guan Sheng Di Jun) ke-1866 yang digelar oleh Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Kamis (6/8/2026), di Klenteng Kwan Kong, Jalan Sulawesi, Kota Makassar.

Perayaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh-tokoh agama Buddha, pengurus yayasan, organisasi keagamaan, pengurus vihara dan cetiya, serta ratusan umat yang mengikuti rangkaian sembahyang bersama dan doa untuk bangsa.

Turut hadir Ketua Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Hendry Hoeijaya, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial, Budaya, dan Keagamaan Miguel Dharmadjie, S.T., CP., CCDd, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Sumarjo, S.Ag., M.M., Ketua DPD KCBI Sulawesi Selatan Erdy Wijaya, Ketua Yayasan Budi Luhur Ong Robert Wongsari, Ketua DPC KCBI Kota Makassar Caroline Coury, Ketua Vihara Girinaga Roy Ruslim, Ketua Vihara Dharma Agung K. Robert Moha , Rudi Ho, serta para pengurus vihara, cetiya, yayasan sosial keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan panitia, Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu dan umat yang hadir. Panitia mengajak seluruh peserta mengikuti ibadah dengan khusyuk, menjaga ketertiban, serta menunjukkan kecintaan kepada Tanah Air melalui sikap hormat selama rangkaian upacara berlangsung.Peringatan tersebut bertepatan dengan Kamis, 6 Agustus 2026, atau 24 bulan keenam Tahun Imlek Bing Wu, yang dalam tradisi Tionghoa diperingati sebagai hari lahir Dewa Kwan Kong (Guan Sheng Di Jun). Tokoh yang berasal dari sejarah Tiongkok itu dihormati sebagai lambang kesetiaan, keberanian, kejujuran, keadilan, dan integritas.

Rangkaian acara diawali dengan puja bakti dan sembahyang bersama di hadapan altar Dewa Kwan Kong yang dipimpin Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar bersama Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, para pimpinan organisasi keagamaan Buddha, pengurus vihara dan cetiya, serta umat Buddha di Kota Makassar.

Doa dipanjatkan untuk memohon kemakmuran bangsa Indonesia, keselamatan masyarakat, kedamaian, kesejahteraan, serta kerukunan antarumat beragama. Dalam doa bersama tersebut juga dipanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, serta kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Dalam sambutannya, Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kejujuran, kesetiaan, keberanian, serta pengabdian kepada sesama.Menurutnya, nilai-nilai luhur tersebut tidak hanya menjadi inspirasi bagi umat Buddha maupun masyarakat Tionghoa, tetapi juga merupakan nilai universal yang dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Kami mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus tempat ibadah yang telah menyelenggarakan perayaan ini dengan penuh khidmat, tertib, dan semangat kebersamaan. Kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Ia berharap keteladanan Dewa Kwan Kong dapat menginspirasi seluruh umat untuk menjunjung tinggi integritas, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta bersama-sama mewujudkan kehidupan beragama yang damai dan saling menghormati.

Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Hendry Hoeijaya, mengatakan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong setiap tahun terus mengalami perkembangan, baik dari sisi jumlah umat yang hadir maupun rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.

Ia menjelaskan bahwa selain sembahyang bersama, yayasan terus mengembangkan kegiatan sosial serta memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi lintas agama sebagai bentuk nyata membangun persaudaraan.

“Harapan kami, ke depan perayaan ini semakin baik, semakin banyak umat yang hadir, dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat maupun lintas agama terus ditingkatkan. Makassar telah menunjukkan contoh toleransi yang baik dan harus terus dipelihara,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial, Budaya, dan Keagamaan Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Miguel Dharmadjie, mengatakan bahwa Kota Makassar merupakan kota yang memiliki masyarakat sangat beragam sehingga toleransi menjadi modal utama dalam membangun kehidupan bersama.

Menurutnya, keberagaman merupakan anugerah yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati dan saling menerima.

“Makassar telah dikenal sebagai kota yang terbuka. Ketika keberagaman dapat dikelola dengan baik melalui toleransi, maka keberagaman akan menjadi sumber kekuatan untuk maju bersama,” ujarnya.

Miguel menjelaskan bahwa Dewa Kwan Kong dikenal memiliki dua keteladanan utama, yaitu kesetiaan terhadap nilai-nilai kebenaran (zhong) dan integritas, yakni keselarasan antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan.
Ia menilai kedua nilai tersebut sangat relevan di tengah tantangan kehidupan modern yang penuh persaingan.“Sering kali persoalan muncul karena tidak adanya keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Integritas adalah fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, keteladanan Dewa Kwan Kong perlu terus dijadikan inspirasi agar kita tetap memperjuangkan kebenaran dan menjaga kepercayaan,” tuturnya.

Melalui peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866, seluruh pihak berharap semangat kesetiaan, kejujuran, integritas, persaudaraan, dan toleransi terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sehingga keberagaman di Kota Makassar maupun Indonesia menjadi kekuatan dalam membangun bangsa yang damai, harmonis, dan sejahtera.

JUMRIATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *