Pembimas Buddha Sulsel Hadiri Peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866, Teguhkan Nilai Kesetiaan, Integritas, dan Toleransi

Uncategorized95 Dilihat

Makassar, 6 Agustus 2026 – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 yang diselenggarakan Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Kamis (6/8/2026), di Klenteng Kwan Kong, Jalan Sulawesi, Kota Makassar.

Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Hendry Hoeijaya, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial Budaya dan Keagamaan Miguel Dharmadjie, S.T., CP., CCDd, Ketua DPD WALUBI Provinsi Sulawesi Selatan Henry Sumitomo bersama Ny. Yulia, Ketua DPD KCBI Sulawesi Selatan Erdy Wijaya, Ketua Yayasan Budi Luhur Ong Robert Wongsari, Ketua DPC KCBI Kota Makassar, Ketua Vihara Girinaga Roy Ruslim, Ketua Vihara Dharma Agung K. Robert Moha, Rudi Ho, para pengurus vihara, cetiya, yayasan keagamaan, organisasi sosial, serta ratusan umat Buddha dan masyarakat Tionghoa di Makassar.

Acara diawali dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih sebagai wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, dilanjutkan dengan puja bakti dan sembahyang bersama di hadapan altar Dewa Kwan Kong.

Dalam sambutan panitia disampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan umat yang hadir. Panitia mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk sebagai bentuk penghormatan kepada nilai-nilai keagamaan serta mempererat persaudaraan antarsesama.Perayaan tahun ini bertepatan dengan Kamis, 6 Agustus 2026, atau 24 bulan keenam Tahun Imlek Bing Wu, yang secara tradisi diperingati sebagai hari lahir Dewa Kwan Kong (Guan Sheng Di Jun), sosok yang dihormati sebagai lambang kesetiaan, keberanian, kejujuran, keadilan, dan integritas.

Melalui puja bakti tersebut, seluruh umat memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa memperoleh kedamaian, kemakmuran, keamanan, kesejahteraan, serta kerukunan antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Pembimas Buddha Sulawesi Selatan Sumarjo, S.Ag., M.M. mengatakan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 merupakan momentum yang sarat makna untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kejujuran, kesetiaan, keberanian, dan pengabdian kepada sesama.

“Nilai-nilai luhur tersebut tidak hanya menjadi inspirasi bagi umat Buddha dan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi teladan universal dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus Klenteng Kwan Kong Makassar yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.Menurut Sumarjo, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerukunan umat beragama, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemu
Sebagai Pembimas Buddha Provinsi Sulawesi Selatan, ia berharap semangat keteladanan Dewa Kwan Kong dapat menginspirasi seluruh umat untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta bersama-sama mendukung terwujudnya kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati.Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Hendry Hoeijaya, menjelaskan bahwa peringatan ulang tahun Dewa Kwan Kong setiap tahun terus berkembang. Jumlah umat yang hadir semakin meningkat, begitu pula antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.

Ia mengatakan bahwa selain sembahyang bersama, yayasan juga terus mengembangkan kegiatan sosial dan memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi keagamaan serta lintas agama sebagai bentuk nyata menjaga persaudaraan dan toleransi.
“Kami berharap hubungan harmonis antarumat beragama yang telah terjalin di Makassar dapat terus dipelihara sehingga masyarakat hidup damai, saling menghormati, dan saling mendukung,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial Budaya dan Keagamaan Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Miguel Dharmadjie, S.T., CP., CCDd, mengatakan bahwa Makassar merupakan kota dengan masyarakat yang sangat beragam sehingga toleransi menjadi modal utama dalam membangun kehidupan bersama.

“Keberagaman adalah anugerah. Ketika keberagaman dikelola dengan baik melalui sikap saling menghormati dan toleransi, maka keberagaman menjadi kekuatan bagi kita untuk maju bersama. Makassar telah dikenal sebagai kota yang terbuka dan mampu menerima berbagai perbedaan dengan tetap berlandaskan nilai kemanusiaan dan kesetaraan,” ujarnya.

Miguel menjelaskan bahwa bagi masyarakat Tionghoa, Dewa Kwan Kong dikenal sebagai tokoh teladan yang memiliki dua nilai utama, yaitu kesetiaan (Zhong) terhadap nilai-nilai kebenaran serta integritas, yakni keselarasan antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan

Menurutnya, di tengah tantangan global dan persaingan yang semakin ketat, masyarakat harus tetap berpegang teguh pada kebenaran dan menjaga integritas dalam setiap tindakan. Ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, katanya, sering menjadi sumber berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Melalui peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 ini, Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar berharap nilai-nilai keteladanan Dewa Kwan Kong dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi untuk membangun karakter yang jujur, berintegritas, setia pada kebenaran, serta mampu memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan sejahtera di Kota Makassar maupun Indonesia.

JUMRIATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *