Ketua Yayasan Budi Luhur Makassar Ong Robert Wongsari Hadiri Peringatan HUT Dewa Kwan Kong ke-1866, Teguhkan Nilai Kesetiaan, Integritas, dan Toleransi

Uncategorized45 Dilihat

Makassar, 6 Agustus 2026 – Ketua Yayasan Budi Luhur Makassar, Ong Robert Wongsari, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 yang diselenggarakan Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar di Klenteng Kwan Kong, Jalan Sulawesi, Kota Makassar, Kamis (6/8/2026). Perayaan berlangsung khidmat dan diikuti ratusan umat serta dihadiri tokoh-tokoh agama Buddha, organisasi keagamaan, yayasan, vihara, dan berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Hendry Hoeijaya, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial Budaya dan Keagamaan Miguel Dharmadjie, S.T., CP., CCDd, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Sumarjo, S.Ag., M.M., Ketua DPD WALUBI Provinsi Sulawesi Selatan Henry Sumitomo bersama Ny. Yulia, Ketua DPD KCBI Sulawesi Selatan Erdy Wijaya, Ketua Yayasan Budi Luhur Makassar Ong Robert Wongsari, Ketua DPC KCBI Kota Makassar Caroline Coury, Ketua Vihara Girinaga Roy Ruslim, Ketua Vihara Dharma Agung K. Robert, Rudi Ho, para pengurus vihara, cetiya, yayasan sosial keagamaan, organisasi masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan pembukaan, panitia mewakili seluruh pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan umat yang hadir. Panitia mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, menjaga ketertiban selama upacara berlangsung, serta terus menumbuhkan semangat cinta tanah air dan persaudaraan.Perayaan tahun ini bertepatan dengan Kamis, 6 Agustus 2026 atau 24 bulan keenam Tahun Imlek Bing Wu, yang dalam tradisi Tionghoa diperingati sebagai hari lahir Dewa Kwan Kong (Guan Sheng Di Jun). Dewa Kwan Kong dikenal sebagai simbol kesetiaan, keberanian, kejujuran, keadilan, dan integritas sehingga dihormati sebagai teladan moral oleh masyarakat Tionghoa.

Rangkaian acara diawali dengan puja bakti dan upacara sembahyang bersama di hadapan altar Dewa Kwan Kong yang dipimpin Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar bersama Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, pimpinan organisasi agama Buddha, pengurus vihara dan cetiya, serta umat Buddha di Kota Makassar.

Dalam doa bersama tersebut dipanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa memperoleh kemakmuran, keamanan, kedamaian, kesejahteraan, serta kerukunan antarumat beragama.

Pembimas Buddha Provinsi Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., mengatakan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kejujuran, kesetiaan, keberanian, serta pengabdian kepada sesama.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi inspirasi bagi umat Buddha dan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi teladan universal dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.Ia mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus tempat ibadah yang telah menyelenggarakan perayaan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Menurut Sumarjo, kegiatan keagamaan seperti ini berperan penting dalam memperkuat kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Sebagai Pembimbing Masyarakat Buddha Provinsi Sulawesi Selatan, kami berharap semangat keteladanan Dewa Kwan Kong dapat menginspirasi seluruh umat untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta bersama-sama mendukung terwujudnya kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati. Semoga peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 membawa berkah, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ketua Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Hendry Hoeijaya, menjelaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong terus berkembang dari tahun ke tahun. Selain diisi dengan sembahyang bersama, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarlembaga keagamaan dan meningkatkan semangat toleransi antarumat beragama.

Menurutnya, Yayasan Klenteng Kwan Kong terus berupaya memperbanyak kegiatan sosial dan memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi lintas agama. Ia berharap hubungan harmonis yang telah terjalin di Kota Makassar dapat terus dipelihara sehingga kehidupan masyarakat semakin damai dan saling menghormati.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sosial Budaya dan Keagamaan Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar, Miguel Dharmadjie, S.T., CP., CCDd, mengatakan bahwa Kota Makassar merupakan kota yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama sehingga toleransi menjadi modal utama dalam membangun kehidupan bersama.

“Keberagaman adalah anugerah. Ketika keberagaman dapat dikelola dengan baik melalui sikap saling menghormati dan toleransi, maka keberagaman akan menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk maju bersama. Makassar telah dikenal sebagai kota yang terbuka, menerima berbagai perbedaan, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta kesetaraan,” katanya.

Miguel menambahkan bahwa Dewa Kwan Kong menjadi teladan karena memiliki dua nilai utama, yaitu kesetiaan (zhong) terhadap nilai-nilai kebenaran serta integritas, yakni keselarasan antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Menurutnya, di tengah tantangan kehidupan modern, kedua nilai tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

Ia menegaskan bahwa banyak persoalan muncul ketika ucapan tidak sejalan dengan tindakan. Karena itu, integritas harus menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan, baik sebagai pemimpin, anggota masyarakat, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kwan Kong ke-1866 ini, seluruh tokoh yang hadir berharap nilai-nilai keteladanan Dewa Kwan Kong dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjunjung tinggi kejujuran, kesetiaan, keberanian, integritas, serta memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama demi terwujudnya kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera di Kota Makassar maupun Indonesia.

JUMRIATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *