Ketua Vihara Dharma Agung  Makassar Dukung Program Makassar Bebas Sampah 2029, Dorong Edukasi Pemilahan Sampah

Uncategorized44 Dilihat

MAKASSAR 9 Agustus 2026— Ketua Vihara Dharma Agung, K. Robert Moha, mendukung program Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029 sekaligus mendukung visi menuju Kota Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan K. Robert Moha dalam wawancara singkat terkait persoalan pengelolaan dan pemilahan sampah di Kota Makassar, Minggu, 9 Agustus 2026, di Jalan Sungai Cerekang Nomor 30, Kota Makassar.

Menurut Robert, persoalan pemilahan sampah masih menjadi tantangan karena sebagian masyarakat belum memahami secara maksimal prosedur dan manfaat memilah sampah dari sumbernya.

“Masih banyak masyarakat umum yang bingung bagaimana memilah sampah. Sebenarnya kalau kita memahami prosedur pemilahan sampah, kita bisa mengetahui banyak manfaatnya,” ujar Robert.

Ia menilai, sampah yang telah dipilah dengan baik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali dan tidak seluruhnya harus berakhir sebagai limbah.

Robert mencontohkan, dengan perkembangan teknologi, sampah tertentu dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna, termasuk menghasilkan gas metana maupun bahan bakar melalui teknologi pengolahan yang sesuai.

Menurutnya, pemanfaatan sampah menjadi sumber energi apabila dikembangkan secara tepat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi persoalan sampah.

“Kalau banyak daerah sudah bisa memanfaatkan atau mengolah sampah menjadi bahan bakar, masyarakat tentu bisa terbantu,” katanya.

Dorong Pemerintah Perbanyak Edukasi
Robert mengatakan, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar adalah meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara dan manfaat pemilahan sampah.

Ia berharap edukasi dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya mengetahui adanya program pemilahan sampah, tetapi juga memahami alasan dan manfaat di balik program tersebut.
“Kalau masukan saya, paling mengharapkan pemerintah memberikan lebih banyak edukasi kepada masyarakat supaya masyarakat betul-betul bisa memahami makna daripada pemilahan sampah,” ujarnya.

Menurut Robert, pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan program pengelolaan sampah. Tanpa adanya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, kebijakan pemerintah akan lebih sulit mencapai hasil maksimal

Ia juga menilai perkembangan teknologi pengolahan sampah saat ini sudah cukup maju. Karena itu, pemerintah dapat terus mempertimbangkan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Kota Makassar.

Salah satu pendekatan teknologi yang dapat dikaji, menurutnya, adalah teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau produk lain yang bermanfaat. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kajian teknis, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat.

Dukung Makassar Bebas Sampah 2029
Lebih lanjut, K. Robert Moha menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029.

Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat di tingkat lingkunga
Robert juga mendukung visi jangka panjang menuju Kota Emas 2045.

Menurutnya, kebersihan dan pengelolaan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kota yang maju, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

“Kami sangat mendukung program pemerintah. Semoga semua bisa tercapai dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat semakin diperkuat sehingga persoalan sampah di Kota Makassar dapat ditangani secara bersama-sama.

Pemilahan sampah dari sumbernya, edukasi kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah dinilai menjadi bagian penting yang dapat mendukung upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan seperti Vihara Dharma Agung, program pengelolaan sampah di Kota Makassar diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis Jumriati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *