SOROTAN PUBLIK: Saat Anggota DPRD Lamsel Makan Enak di Ruang Rapat, Jurnalis & Rakyat Hanya Menunggu di Luar Tanpa Diperhatikan

Uncategorized113 Dilihat

Mutiaraindotv.My.id.— LAMPUNG SELATAN — Sebuah foto yang diambil saat rapat Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu (12/8/2026) malam bersama PUPR Lamsel memicu gelombang kritik tajam dari masyarakat. Dalam foto tersebut, terlihat jelas para anggota dewan dan kadis PUPR sedang menikmati hidangan makanan di ruang rapat, sementara para awak media yang hadir untuk meliput justru terpaksa menunggu di luar ruangan tanpa perhatian sedikit pun.

Pimpinan dan Anggota Komisi IIIKetua: Yuti Rahma YantiWakil Ketua: Polman SinagaSekretaris: Hendry GunawanAnggota: Waris Basuki, SHAnggota: Rosdiana, SHAnggota: Ahmad Muslim A.M., SEAnggota: Derri Kusuma, SEAnggota: Hj. Rusdianti

FOTO BICARA SENDIRI

Berdasarkan dokumentasi yang diambil pukul 19.46 WIB, terlihat meja rapat dipenuhi berkas dokumen sekaligus kotak-kotak makanan, piring berisi hidangan, gelas minuman, dan kemasan makanan yang terbuka. Para anggota DPRD tampak santai menikmati makanan di tengah pembahasan anggaran miliaran rupiah. Sementara itu, para jurnalis yang hadir untuk menjalankan tugas jurnalistik terpaksa berada di luar ruangan, menunggu berjam-jam tanpa disediakan tempat duduk, minuman, apalagi makanan.

“Kami datang sejak sore untuk meliput rapat penting ini. Tapi kami hanya disuruh menunggu di luar. Mereka di dalam makan enak, minum enak, sementara kami di luar berdiri, lapar, dan haus. Padahal kami juga bekerja untuk menyampaikan informasi kepada rakyat. Ini bukan soal makanan, tapi soal penghargaan dan rasa kemanusiaan,” keluh salah satu awak media yang hadir.

KRITIK TEGAS MASYARAKAT: “KAMI RAKYAT JUGA KELAPARAN!”

Kondisi ini langsung memicu kemarahan warga yang mengetahui fakta tersebut:

“Sangat ironis! Di dalam ruang dewan mereka makan enak, lengkap dengan hidangan dan minuman, tapi di luar sana rakyat masih banyak yang kesulitan makan. Di desa-desa ada warga yang sehari makan sekali, tapi wakil rakyat kita justru pesta makanan di tengah rapat anggaran. Apakah mereka lupa siapa yang memberi mereka makan itu? Itu uang rakyat!” — tegas warga melalui media sosial.

“Jangan lupa Bapak/Ibu anggota dewan, saat Bapak/Ibu sedang menikmati makanan di ruangan ber-AC itu, banyak rakyat di luar sana yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Jurnalis yang menunggu di luar itu juga bekerja untuk rakyat, tapi tidak dihargai sedikit pun. Harusnya kalau ada makanan, semua yang hadir dapat, atau tidak sama sekali. Ini bukan soal lapar, tapi soal kesetaraan dan kerendahan hati.” — tambah warga lainnya.

“Mereka membahas anggaran triliunan untuk kesejahteraan rakyat, tapi sikapnya justru jauh dari rakyat. Makan berlimpah sementara orang lain menunggu lapar di depan pintu. Ini bukan contoh pemimpin yang dekat dengan rakyat. Kami minta penjelasan: siapa yang menanggung biaya makanan itu? Apakah dari kantong pribadi atau uang negara?”

PERTANYAAN PUBLIK

Masyarakat dan awak media mempertanyakan beberapa hal penting:

-Siapa yang menyediakan dan menanggung biaya makanan tersebut? Apakah menggunakan anggaran DPRD atau uang pribadi?
-Mengapa awak media yang hadir meliput tidak diperhatikan, bahkan tidak disediakan tempat duduk yang layak?
-Apakah setiap rapat komisi selalu disediakan makanan dalam jumlah banyak seperti itu? Berapa biaya rata-rata per rapat?
-Apakah pantas menikmati hidangan berlimpah di tengah pembahasan anggaran, padahal banyak warga di daerah ini masih hidup dalam keterbatasan ekonomi?

HARAPAN MASYARAKAT

“Kami tidak melarang makan, karena manusia butuh makan. Tapi jangan berlebihan, jangan pesta, dan jangan lupa di luar sana banyak yang belum makan. Kurangi kemewahan, hematlah anggaran, dan perhatikan orang-orang di sekitar yang bekerja bersama-sama. Jadilah teladan, bukan menambah luka di hati rakyat.” — harap masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *