Thampy Koshy Soroti Pengalaman ONDC India untuk Mendukung ION di Bali Tech Week 2026

Ekonomi39 Dilihat

BALI  — Jaringan digital terbuka berpotensi memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan mendorong ekonomi digital yang lebih inklusif. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan Thampy Koshy, salah satu tokoh penting di balik Open Network for Digital Commerce (ONDC) India, dalam sesi fireside chat di Bali Tech Week 2026, Sanur, Bali, Rabu (21/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Koshy membagikan pembelajaran dari pengalaman India yang relevan bagi pengembangan Indonesia Open Network (ION).

Sesi bertajuk “Designing Open & Interoperable Digital Markets: What We Can Learn from ONDC” merupakan bagian dari program Fair Digital Markets yang berlangsung di Garuda Stage, Ballroom 2, dengan Alvin Evander sebagai moderator.

Prinsip utama jaringan terbuka adalah memungkinkan penjual menjangkau konsumen melalui berbagai aplikasi pembelian tanpa harus membangun integrasi terpisah dengan setiap platform. Dengan menghubungkan penjual, pembeli, dan penyedia layanan melalui protokol bersama, pendekatan ini menawarkan alternatif terhadap model platform konvensional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pembelajaran dari ONDC untuk Indonesia Open Network (ION)

Konsentrasi pasar, tingginya komisi platform, dan terbatasnya jangkauan konsumen masih menjadi tantangan dalam perdagangan digital, terutama bagi pelaku usaha kecil. Jaringan terbuka menawarkan pendekatan alternatif dengan memungkinkan penjual menampilkan produk melalui berbagai aplikasi digital menggunakan infrastruktur bersama, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu platform.

Prinsip tersebut menjadi landasan yang relevan bagi Indonesia Open Network (ION), yang mengembangkan ekosistem perdagangan digital terbuka dan interoperabel berdasarkan arsitektur ONDC India. Dengan menghubungkan pembeli dan penjual melalui berbagai aplikasi, ION bertujuan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengalaman India menunjukkan potensi pengembangan model tersebut. ONDC telah mencatat hampir 600 juta transaksi dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun sebelumnya dan memperluas cakupannya dari sektor ritel ke layanan mobilitas dan logistik. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana infrastruktur interoperabel dapat mendukung berbagai sektor dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung.

Kolaborasi dan Logistik untuk Memperluas Akses Pasar

Pengembangan jaringan terbuka membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pelaku usaha, institusi pemerintah, asosiasi industri, wirausahawan, dan konsumen. Pengalaman India melalui ONDC menunjukkan pentingnya partisipasi lintas sektor agar ekosistem dapat berkembang, alih-alih hanya bergantung pada satu organisasi.

Diskusi tersebut juga mengangkat perbandingan antara Unified Payments Interface (UPI) India dan QRIS Indonesia sebagai contoh infrastruktur interoperabel yang memungkinkan berbagai penyedia layanan berpartisipasi dalam satu sistem bersama. Rekam jejak transaksi digital turut mendukung transparansi melalui dokumentasi pesanan, harga, dan komitmen pengiriman, sehingga menyediakan dasar yang lebih jelas untuk menyelesaikan sengketa antara pembeli dan penjual.

Logistik menjadi bidang lain yang menawarkan peluang, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Jaringan yang interoperabel dapat menghubungkan perusahaan pengiriman besar dengan penyedia layanan lokal, sehingga membantu pelaku usaha di kota-kota kecil dan wilayah terpencil memperoleh akses terhadap layanan pengiriman. Keterhubungan ant operator juga dapat membuka kesempatan bagi penyedia lokal untuk berpartisipasi dalam ekosistem logistik yang lebih luas.

Selain itu, jaringan terbuka berpotensi melengkapi perdagangan melalui media sosial. Media sosial dapat membantu pelaku usaha mempromosikan produk, sementara integrasi dengan aplikasi pembelian digital yang menerapkan verifikasi penjual dan menyediakan dukungan transaksi dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Potensi Indonesia dalam Ekonomi Digital ASEAN

Indonesia berpotensi memainkan peran penting dalam pengembangan pasar digital interoperabel di ASEAN. Penggunaan protokol bersama oleh berbagai jaringan dapat membuka peluang transaksi lintas negara dan memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen di pasar regional.

Pengembangan ION dapat mendukung visi tersebut dengan menghubungkan pelaku usaha, platform digital, dan penyedia layanan melalui ekosistem yang interoperabel. Pengalaman India melalui ONDC memberikan pembelajaran praktis bagi Indonesia dalam membangun infrastruktur digital terbuka, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan memperluas kesempatan bagi pelaku usaha kecil.

Diskusi di Bali Tech Week 2026 menegaskan pentingnya pertukaran pengetahuan antara India dan Indonesia dalam mengeksplorasi pendekatan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang lebih terhubung dan inklusif, dengan potensi manfaat bagi perekonomian digital ASEAN secara lebih luas.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *