Pelantikan Serentak DPC Syarikat Islam Sulsel Masa Jihad 2026–2028, Fokus Perkuat Ekonomi Umat

Uncategorized70 Dilihat

MAKASSAR – Pengurus Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan masa jihad 2026–2028 dilantik secara serentak dalam rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Syarikat Islam dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Umat dan Keberlanjutan Daerah di Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, di Hotel La Macca, Kota Makassar, dan diikuti jajaran pengurus Syarikat Islam dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Dr. Syamsul Rizal menyampaikan bahwa Syarikat Islam memiliki sejarah panjang dalam perjuangan umat dan bangsa Indonesia.

Ia mengingatkan kembali bahwa organisasi tersebut berawal dari Sarekat Dagang Islam yang didirikan pada 1905 di Solo, sebelum kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam pada 1912.

Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi pijakan bagi kepengurusan Syarikat Islam saat ini untuk kembali memperkuat ekonomi umat.

“Konsep utama kita sebagai sebuah organisasi massa pertama di Indonesia adalah bagaimana mengembalikan semangat perjuangan untuk umat, khususnya melalui penguatan ekonomi,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menjelaskan, semangat perjuangan Syarikat Islam tercermin dalam nilai “Allahu Akbar, Merdeka dan Bersatu.” Allahu Akbar dimaknai sebagai komitmen untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan kehidupan.

Merdeka mencerminkan perjuangan untuk menjaga kepentingan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan Bersatu berarti membangun kekuatan melalui persatuan, iman dan kemampuan ekonomi.

Dorong Setiap DPD Bangun Koperasi
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam konsolidasi Syarikat Islam Sulawesi Selatan adalah penguatan ekonomi umat melalui koperasi.

Pengurus Syarikat Islam mendorong setiap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk memiliki atau membangun jaringan koperasi di wilayah masing-masing.

Koperasi tersebut dapat dibangun dari awal, mengembangkan koperasi yang sudah berjalan, maupun dilakukan melalui kerja sama dengan koperasi, lembaga ekonomi dan pelaku UMKM.

“Setiap DPD sedapat mungkin membuat jaringan koperasi sendiri. Bisa membangun dari nol, bisa mengambil alih koperasi yang sudah eksis, atau bekerja sama dengan koperasi dan UMKM yang ada,” kata Syamsul Rizal.

Program tersebut diharapkan dapat dikomunikasikan dengan Kementerian Koperasi untuk memperoleh dukungan dan penguatan, sehingga koperasi Syarikat Islam dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyaraka
Penguatan ekonomi tersebut dinilai penting karena Syarikat Islam ingin menjadikan ekonomi sebagai salah satu soko guru penguatan umat.

Kembangkan Ekosistem Sertifikasi Hala
Selain koperasi, Syarikat Islam juga mendorong pengembangan ekosistem sertifikasi halal sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa sejumlah kader telah mendapatkan pelatihan untuk menjadi verifikator halal. Ke depan, keterlibatan kader dari organisasi sayap seperti SEMMI dan Pemuda Muslim diharapkan dapat diperluas.

Sertifikasi halal dinilai tidak hanya memberikan kepastian bagi konsumen Muslim, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM melalui peningkatan kepercayaan dan peluang pasar.

Program tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendukung pembiayaan kegiatan organisasi.

Penataan Aset untuk Kepentingan Umat
Persoalan aset organisasi juga menjadi perhatian dalam konsolidasi Syarikat Islam Sulawesi Selatan.Sejumlah aset yang disebut dalam sambutan antara lain gedung, tanah dan fasilitas pendidikan yang tersebar di sejumlah daerah. Karena itu, diperlukan pendataan, penataan dan pengelolaan secara lebih jelas agar aset tersebut dapat memberikan manfaat bagi umat.

Pengurus menegaskan bahwa aset organisasi harus diarahkan untuk kepentingan bersama dan tidak boleh kehilangan fungsi sosialnya.
“Potensi umat yang dititipkan kepada Syarikat Islam harus kita lanjutkan. Kalau tidak diselesaikan dan ditata dengan baik, kita ikut menanggung beban sejarahnya,” disampaikan dalam sambutan tersebut.

Penataan aset juga dipandang penting untuk mencegah munculnya persoalan atau konflik di kemudian hari.
13 Kabupaten Ikuti Konsolidasi
Dalam kegiatan tersebut disebutkan bahwa terdapat 13 kabupaten/kota yang mengikuti rangkaian pelantikan dan pembekalan dari 17 daerah yang diusulkan.

Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah serta memastikan program-program Syarikat Islam dapat diturunkan sampai DPC dan organisasi sayap.Sejumlah organisasi otonom dan organisasi sayap juga turut hadir, di antaranya SEMMI Sulawesi Selatan, SEMMI Takalar, SEMMI Makassar serta Perisai Pemuda Muslim.

Jajaran Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Wilayah Syarikat Islam juga hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu perwakilan DPP yang disebut hadir adalah Dr. Johari Rugani, MA, yang memberikan perhatian terhadap penguatan organisasi dan pemberdayaan umat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Keorganisasian Wahab Suned dijadwalkan memberikan pembekalan khusus terkait organisasi dan dinamisasi program agar dapat diterapkan hingga tingkat DPC serta organisasi sayap.

Dalam sambutan juga ditekankan perubahan pola organisasi agar Syarikat Islam semakin terbuka terhadap seluruh umat Islam yang ingin berkontribusi.

Tidak boleh lagi ada sekat antara kader yang telah mengikuti pelatihan dengan kader yang belum memperoleh pelatihan. Semua memiliki kesempatan untuk belajar melalui pendidikan, pengkaderan dan pembekalan.

“Yang penting Islam, yang penting Muslim, mau berbuat, ayo. Kita berikan training, pengkaderan dan pembekalan,” demikian pesan yang disampaikan.

Konsep tersebut disebut sebagai “organisasi baru rasa lama atau organisasi lama rasa baru”, yakni tetap menjaga sejarah dan nilai perjuangan Syarikat Islam, tetapi menerapkan pola organisasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dalam wawancara singkatnya, Dr. Johari Rugani, MA menekankan pentingnya pelantikan dan konsolidasi kepengurusan tersebut sebagai momentum memperkuat kembali peran Syarikat Islam di tengah masyarakat.
Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.Penguatan ekonomi, koperasi, pemberdayaan UMKM, sertifikasi halal, kaderisasi dan pemanfaatan aset menjadi sejumlah sektor yang perlu mendapatkan perhatian.

Ia juga mendorong seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun kerja sama dan menjalankan program secara berkelanjutan, sehingga keberadaan Syarikat Islam dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pelantikan serentak DPC Syarikat Islam Sulawesi Selatan masa jihad 2026–2028 tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi sekaligus momentum untuk mengembalikan semangat sejarah Syarikat Islam sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap agama, kebangsaan, persatuan dan kemandirian ekonomi umat.

Dengan konsolidasi hingga tingkat daerah, penguatan koperasi, pengembangan ekosistem halal, pemberdayaan UMKM dan penataan aset, Syarikat Islam Sulawesi Selatan menargetkan kontribusi yang lebih nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat serta mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

JUMRIATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *