Lurah Gaddong Rakhmawaty Mattayang S Pd SM MM,Tinjau Pengelolaan Sampah Organik di UPT PLN Makassar, Dorong Inovasi Pengurangan Sampah ke TPA

Uncategorized160 Dilihat

Makassar, 3 Agustus 2026 – Lurah Gaddong, Rakhmawaty Mattayang, S.Pd., SM,MM,bersama jajaran staf Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, melakukan kunjungan kerja ke UPT PLN Makassar di Jalan Gunung Latimojong, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung sistem pengelolaan sampah organik yang diterapkan PLN melalui penggunaan mesin pengolah sampah menjadi kompos.

Dalam kesempatan itu, pihak PLN menjelaskan bahwa penggunaan mesin pengolah sampah merupakan bagian dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perusahaan.

Program tersebut menjadi salah satu indikator penilaian peningkatan kinerja perusahaan dalam mengelola lingkungan, khususnya pengelolaan sampah secara mandiri.Perwakilan bidang Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN menjelaskan bahwa pengelolaan dimulai dari skala kantor dengan fokus pada sampah organik yang dihasilkan pegawai setiap hari.

“Sejak adanya penerapan maturity level ESG, kami dituntut mampu mengelola sampah sendiri. Karena aktivitas operasional kami lebih banyak di kantor, seluruh pegawai dilibatkan dalam pengelolaan sampah, terutama sampah organik,” jelasnya.

Menurutnya, mesin tersebut mampu mempercepat proses pengolahan sampah organik. Jika metode kompos konvensional membutuhkan waktu sekitar 30 hari, melalui mesin tersebut sampah dapat mengering hanya dalam hitungan beberapa jam sehingga lebih praktis, tidak menimbulkan bau, dan langsung dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk tanaman.

Mesin pengolah sampah tersebut telah digunakan sejak awal tahun 2025 sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.Selain pengelolaan sampah organik, PLN juga menjalankan program pengelolaan sampah anorganik melalui Gerakan “1 Pegawai 10 Botol Plastik” yang dilaksanakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

Program tersebut masih berlanjut hingga kini dengan dukungan para pegawai yang secara sukarela mengumpulkan botol plastik untuk didaur ulang. PLN juga menjalin kerja sama dengan TPS3R dalam pengelolaan sampah serta menyiapkan titik pengumpulan (drop point) di lingkungan kantor.

Pihak PLN menyampaikan bahwa setiap unit pelaksana di lingkungan WP3B Sulawesi memiliki metode pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk penyediaan mesin pengolah sampah organik di sejumlah unit.

Sementara itu, Lurah Gaddong Rakhmawaty Mattayang mengapresiasi langkah PLN yang dinilai menjadi contoh nyata dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan pimpinan PLN yang telah memberikan contoh yang sangat baik melalui pengadaan mesin pengolah sampah menjadi kompos. Inovasi ini sangat bermanfaat untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Makassar maupun instansi lainnya agar menghadirkan fasilitas serupa sehingga pengelolaan sampah organik dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan berkelanjutan.

Di akhir kunjungan, pihak K3L PLN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami di bidang K3L akan terus mengakomodasi seluruh pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan,” tutup perwakilan PLN.

JUMRIATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *